Showing posts with label Angers. Show all posts
Showing posts with label Angers. Show all posts

Saturday, 14 September 2013

Mengitari Angers #Prancis

Kamis, 14 September 2013 - Pagi - Angers, Prancis

Pagi hari di Angers, kota kecil di bagian barat laut Prancis. Udara sedikit dingin, tapi menurut Fei fei ini masih sejuk, karena ini belum memasuki musim dingin, hanya baru mau memasuki musim dingin.

Feifei bangun pagi-pagi ke kampus untuk sidang, sementara aku sendirian di kamar. . Lampu di rumah tante otomatis mati stlh beberapa menit. Hemat listrik!
Tempat tidur kami berada di lantai atas dekat dengan dapur seadanya dan 2 toilet. 1 untuk bertapa, 1 lagi untuk benar-benar mandi. Disitu hanya ada tisu tidak ada shower. Jadi kalau bisa sehabis bertapa langsunglah pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Setelah mandi, Tante mengetuk pintu kamar. Ow Ow…aku kan tidak bisa berbicara bahasa Prancis. Kubuka pintu sambil bingung-bingung. Tante berbicara dalam bahasa Prancis. Anehnya aku mengerti. Dia banyak menggerakkan tubuhnya. Untung instingku kuat hanya dari lihat gesturenya.
Intinya dia tanya kunci ada dimana, lalu dia mau pergi memetik buncis.

Siangnya setelah Feifei pulang, aku merasa lega. Terkurung 3 jam di kamar itu sesuatu banget. Kami bersiap-siap hendak pergi ke castle Angers. Tempat kediaman Raja Eropa dulu bertahta. 
Kerajaan dulu dibangun dengan benteng-benteng besar.





miniatur Castle Angers kalau dilihat secara keseluruhan

Besar dan indah. Tempat dimana Raja eropa dulu bertahta.
Dari atas sini kita bisa melihat kota Angers 



Sorenya kami menikmati Croissont. Roti polos dengan rasa Coklat  Astaga enak banget rasanya. Beda rasanya dengan Croissont di Jakarta. 
Kenapa begitu?
  1. Mungkin karena ini dari tempat asal bikinnya. Tapi perlu diperhatikan juga karena tidak semua Croissont disini enak juga. So, mesti pilih-pilih tempat belinya.
  2. Croissont renyah disini pakai lapisan lemak babi. Itu yang membuat NYESSS setelah digigit. Tapi yah itu tidak semuanya menggunakan lapisan lemak babi. So, buat orang-orang yang tidak boleh makan itu, sebaiknya ditanyakan dulu ke penjual rotinya. Kalau di Indo tidak menggunakan itu.

Malamnya ke supermarket buat makan malam. Sungguh menyenangkan melihat banyak sayuran dan buah-buahan, makanan sehat terpajang rapi disini. Yogurt dari berbagai merk pun dipajang2 sampai penuh di shelve. Kami akhirnya membeli yogurt Activia dari Danone. Katanya Activia di negara asalnya jauh lebih enak. Dan ternyata memang enak! Emang yg namanya makan makanan sehat di eropa mudah dan terjangkau.



Jam 7 msh terang. Untungnya malam dimasakin makanan sama si tante. NGIRIT! Jadi jajanan yang kami beli tadi di supermarket tidak jadi dimakan.
Pertama kami makan snack lanjut dengan melon (bahasa prancisnya: molon) makannya pake pisau dan garpu. Sangat bergaya sekali. Setelah itu Buncis mentega dengan sosis. Saya pikir sudah selesai.  Tak lama tante mengeluarkan keju edam dan keju kambing. Hm…saya suka keju, tapi merasakan keju ini rasanya saya tidak suka. Setelah itu makanan penutup masih ada lagi dengan coklat atau vanila dannette Danone.

Makan malam yg panjang. Feifei ngobrol dengan tante dan om. Kami juga minum wine mengikuti kebiasaan orang Prancis.

Wednesday, 11 September 2013

Dari Amsterdam menuju Paris #Prancis

Rabu, 11 September 2013 - Malam - Paris, Prancis


Naik kereta Thalys, kereta mahalnya orang Paris. Beruntung dapat harga promo 35€. Tmpt duduk sampingku hrsnya org lain bkn feli, ternyata yg shrsnya disampingku cowo cakeup. Sayang sekali switch tempat ama feifei kakakka...

Sampai di paris sore hari. Kota paris yang kulihat hari ini tidak begitu menarik, seperti di Jakarta. Panas, banyak polusi dan kotor.
Mungkin karena dekat stasiun pusat kota. kami menuju station montparnasse untuk ke Angers. 

Sampai Angers malam, kami naik taxi dari station ke rumah tante Fei Fei. Taxi di Eropa memang kebanyakan mercedes. Jadi kami tunggu supaya bisa naik yang Mercy donk. Sayang dah sampai sini. *Norak banget*. 
Naik taxi disini, rata-rata orang duduk dibelakang. Malam itu saya melihat di tempat duduk depannya ada anjing disamping supirnya. Di Eropa sepertinya gak masalah bawa anjing di Taxi. Kami menuju rumah tante tempat dimana Feifei tinggal semasa kuliah. Tante dan om ramah dan baik, terlepas agak bawel dikit. Tapi tetap aja aku gak ngerti mereka ngomong apa. Kan pake bahasa Prancis.