Showing posts with label Netherland. Show all posts
Showing posts with label Netherland. Show all posts

Tuesday, 10 September 2013

Jalan-jalan ke pasar Belanda #Belanda

Selasa, 10 September 2013 - Pagi - Centraal, Amsterdam

Mulai lagi dengan jalan pagi. Kali ini pergi ke pasar. Dekat daerah tempat kami ada pasar terkenal yaitu Albert cuypmarkt.  Jalan kakinya kurang lebih 1 jam. Bisa 1 jam karena kebanyakan jalan di arah yang menyasarkan.  :D
Lihat2 barang pasar, beli keju Edam dan Gouda lagi. Serenceng 3 biji ukuran 250gram Cuma 13€. Lebih murah dari kota Edam tempat keju itu dibuat.



Jajan kentang goreng dikasih mayonese seharga 2€ buat sarapan :P



Puas jalan-jalan dan melihat-lihat ada apa di pasar, apa yang dijualnya, harganya berapa dan coba dihitung lagi kalau dirupiahkan, kami melanjutkan perjalanan kembali ke pasar lainnya, yaitu ke floating flower market. 
Sampai sana banyak melihat toko bunga, toko souvenir dan toko-toko keju. Beberapa toko keju pelayannya menggunakan topi traditional khas Belanda. Karena unik, maka kami foto. Disana saya hanya beli souvenir magnet kulkas seharga 2€.



Lanjut jalan lagi ke Dam Square. Tempat luas dengan banyak bangunan tua belanda untuk orang-orang berkumpul menikmati hari. Ada banyak burung merpati, pertunjukkan-pertunjukkan (kalau di Indo kayak pertunjukan pengemis gitu), tapi disitu lebih menjuallah dikit. Ada juga yang pertunjukkan seperti jualan obat versi Eropa.


pemandangan dari Dam Square
Toko-toko di Amsterdam buka dari jam 9 pagi tutup jam 5 sore. Hidup yang nyantai.
Tak bisa lama-lama karena kami harus buru-buru naik kereta menuju Prancis lagi. Jadi jalan pulang tidak bisa jalan kaki, kami naik tram menuju waterpool untuk segera berangkat ke centraal. Perjalanan berikutnya adalah negara Prancis.

Monday, 9 September 2013

Windows Shopping di Red Light District #Belanda

Masih tanggal 9 September 2013 - malam hari - Centraal, Amsterdam

Sebelum jam 7 malam kami sudah berada lagi di Centraal. Tidak boleh lebih dari jam 7, nanti bisnya tidak bisa balik lagi ke Centraal. Kalaupun ada mungkin kita harus bayar lagi :D
Belum puas dengan Centraal, kami pergi ke daerah seperti China Town Amsterdam. Banyak makanan Chinese terpampang. Kelihatannya enak. Ada Mie, dimsum, dll. Haduh jadi pengen makan. Tapi kok makanannya mahal-mahal ya. Ya iyalah mau makan masakan Cina kok di Eropa. Salah besar itu!


Menahan diri dari godaan makan enak, kami tetap harus mengisi perut. Pilihan sementara jatuh ke sebuah kedai kopi (cafe), dan kami memesan coklat panas (2€, bayarnya pake receh-receh di saku). Karena cape banget jalan seharian, jadi disini sekalian numpang duduk sekalian minta wifi gratis buat cari jalan ke arah yang diinginkan. 

Dekat situ ada tempat yang namanya Red Light District. Tempat ini baru hidup ketika sudah mulai diatas jam 6-7 malam keatas. Tempat dimana para wanita dewasa cantik berkumpul dengan sexynya memajang diri dalam rumah kaca. Kalau ini dinamakan windows shopping juga. Kalau sudah kepilih dan mau belanja, bisa masuk kedalamnya. Baru kemudian kain hordeng ditarik untuk menutupi apa yang mereka lakukan. Jadi orang-orang yang tidak berkepentingan dilarang untuk lanjut lihat-lihat.

Kami tidak ada yang berani mengambil gambar karena memang dilarang untuk foto-foto, walaupun banyak turis yang foto-foto juga sih. Kami kan menaati peraturan disana. :D

Daerah Red light district sebelum gelap


Jalan Ke Volendam dan Sekitarnya Bag.2 #Belanda

Daerah Volendam dan sekitarnya

Makan siang kami adalah Portie moselen dan Smooked ell. Masing-masing harganya 6€. Katanya sih terkenal di daerah sini. Jadi kami mencoba mencicipinya. Walau porsinya lumayan imut, tapi lumayan dapat mengisi perut dan melanjutkan petualangan hari ini.

Portie moselen


Smooked ell

Mau pipis!
Cari toilet sana sini tidak ada, bahkan kepikiran mau pipis di dekat semak-semak. Haha..Untungnya gak jadi. Itu kan tanah orang.
Akhirnya menemukan mobil carnavan khusus buat toilet doank. Bayar 0.5€. Ya sudahlah daripada pipis dicelana, toh toilet mobilnya bersih dan dikasih tisu pula. :D

Naik bus ketempat yang ada kincir anginnya. Suasananya baru kerasa di Belanda. Biasalah…pendekar juga ingin numpang foto. Dengan begitu baru terasa sudah pernah menginjak tanah Belanda. Padahal kincir anginnya tidak bergerak, itu hanya sebuah rumah penduduk biasa* (sok tahu)


Lanjut jalan ke Edam. Nama keju Edam dari Belanda yang terkenal itu berasal dari kota ini. Seharusnya kalau mau beli keju disini lebih murah dari kota lainnya, tapi sayangnya karena tempat yang kami kunjungi adalah tempat yang biasa dikunjungi turis, harganya jadi terlampau mahaaal. Keju Edam yang Feifei beli harganya 9.5€ setengah kilo.


Di Belanda yang terkenal ada 2 keju (ini yang aku tahu saja ya ;)) Ada keju Edam dan Keju Gouda. Masing-masing diambil dari nama kota dimana keju itu dibuat. Keju Edam low fat, sementara keju Gouda sebaliknya. Hati-hati Ndut!


Jalan Ke Volendam dan Sekitarnya Bag.1 #Belanda

Senin, 9 September 2013 - Morning - Amsterdam, Belanda (Bag.1)

Pukul 9 pagi kami memulai perjalanan di Kota Amsterdam. Kami mempunyai 2 hari disini, jadi bisa dihabiskan agak lama sedikit. Tempat pertama yang ingin dikunjungi adalah Volendam. Kami jalan kaki dari centraal Amsterdam mencari bus untuk pergi ke volendam.

Demi hemat sebelum sampai Centraal, kami beli sarapan di supermarket. Makanan segar, dan sehat terjajar dan tertata dengan rapi di rak kaca. Jadinya salad, sayur-sayuran dan buah terlihat menarik. Harganya pun terjangkau untuk bisa mengisi perut disini. Kami beli salad seharga 3€ bisa untuk berdua. Lumayan!

Sampai Centraal masih harus mencari bus ke arah Volendam. Terminalnya rapi, ada penamaan atas masing-masing terminal untuk menuju kota lain ataupun tujuan lain.

Dari semua tiket yang dicari, kami menemukan harga bus ke Volendam yang lumayan terjangkau yaitu dengan 10€ dapat digunakan sampai jam 7 malam. Jadi kita bisa bolak balik selama jam itu.  Kami bisa ke Volendam, Edam dan Pruminer. Daerahnya dekat-dekat sana.

Kami ke Julianaweg-volendam.  Sepanjang jalan terlihat orang-orang berpesta, minum bir bersama dan menikmati musik. Rumah-rumahnya terlihat rapi, elok, tertata indah. Orang-orangnya pun ramah-ramah. Rasanya damai disana. Kami melihat kakek-kakek nenek-nenek duduk menikmati makan siang bersama keluarga. Rasanya tenang udaranya segar.  Jendela rumah-rumah mereka tidak tertutup, seolah-olah memberikan kami pemandangan yang indah akan rumah mereka. Jadi dari luar pun seperti windows shopping, atau bisa dibilang windows stalker :D bisa melihat ruang makan atau ruang tamu rumah orang dari windows.



Orang-orang menikmati pesta siang hari