Showing posts with label wudang. Show all posts
Showing posts with label wudang. Show all posts

Sunday, 23 October 2016

Petualangan WudangShan China

Wudangshan (武当山Danjiangkou City, Shiyan City, Provinsi Hubei 
Hari#2  

Inilah saat yang ditunggu-tunggu. Kami mengunjungi objek wisata WudangShan (Gunung Wudang). WudangShan ini dinobatkan sebagai kekayan alam dunia yang perlu dilestarikan loh dari UNESCO.

Kalau Zhangjiajie zaman dulu disebut gunung perompak, gunung Wudang mendapat julukan gunung pendekar.  Sebuah tempat dimana para pesilat hidup, bertapa, dan menjalani ajaran Tao mencari kedamaian dan kepuasan hidup. 

Rencananya, aku mau melewati semua titik-titik keindahan pemandangan yang disyuting dalam film Karate Kids – Jackie Chan. Namun untuk pergi ke beberapa titik itu tidak mudah. Waktu dan cuaca menjadi penghalang perjalananku. Tiket masuk bisa dipakai 2 hari, tapi tidak bisa kumaksimalkan karena besoknya lagi aku harus balik ke GuangZhou.

Perjalanan ke setiap titik sudah disediakan bis gratis. Beberapa titik tempat bisa kita nikmati dengan gratis. Namun ada juga beberapa tempat yang bayar. Contohnya Jīn diàn (金殿)atau Golden Summit.  Per orang kena 15 Yuan kalau gak salah ingat. Ada juga tandu yang diangkut oleh 2 orang depan belakang. Yang duduk diatas 1 orang. 

Perjalanan pertama dimulai dari Taizi po (太子坡).  Tempat ini memiliki jalan utama yang indah dengan materi-materi jalanannya, dan struktur arsitektur bangunannya. Dulu tempat ini tempat belajar anaknya tertua kaisar jaman dinasti Ming dalam mendalami ilmu Tao. Demi mencari tujuan hidup, mencapai kedamaian sejati, dan mencapai nirwana. Disini aku juga bisa melihat tempat belajar kaisar yang letaknya diatas gunung. Pemandangan dari tempat belajar ini sungguh indah, tenang, dan memberi kedamaian tersendiri.  Sepandangan mata terdapat lereng-lereng, bukit-bukti hijau menghadap. Udaranya juga segar. Tiba-tiba aku juga menemukan jalan kedamaianku dan menemukan tujuan hidup.

Selanjutnya menuju 紫霄宫), Taihe Palace (太和宫), dan Jīn diàn (金殿) atau The Golden Summit.

Proses perjalanan di gunung Wudang ini tidak mudah. Saat kami berpetualang cuaca sedang hujan. Hujan besar, kadang gerimis. Jadi agak merepotkan dengan aksi buka tutup payung ditambah menggunakan jas hujan. Perjalanan naik turun gunung. Cuma jangan dibayangkan dengan jalanan berbatu atau berpasir, karena jalanannya berbentuk tangga-tangga batu.  Jadi sebaiknya pakai sepatu sport yang nyaman.


Yang seru pas naik ke puncak Tianzhu Peak (
天柱峰) mengarah ke Golden Palace, angin kencang menerjang. Mending naiknya mudah, tangganya terjal dan disitu orang ramai berbondong-bondong naik. Hawanya dingin kayak di musim dingin. Luar biasa petualangan kali ini.  

Uda sampai tempat yang dituju, menikmati sebentar, foto-foto. Selesai. Itupun fotonya susah, karena harus berjuang dan mengantri dengan wisatawan lainnya. 


Berlatih kungfu di depan Zixiao Palace

Tandu modern
Zixiao Palace

Zixiao Palace

Taizi po


Taizi po
Naik ke puncak gunung

Jin dian (fotonya susah, banyak orang dan cuaca gak bagus)

Saturday, 22 October 2016

Menikmati Kota Wudang

Wudangshan (武当山) Danjiangkou City, Shiyan City, Provinsi Hubei 
Hari#1

Hari pertama kami nikmati dengan jalan-jalan di sekitar kota, makan-makan dan mencari orang yang mau memimpin kami menelusuri daerah Wudang. Kebetulan pas lagi jalan ketemu seorang pria berusia 26-an membawa mobil Volkswagen. Kami berjodoh. Dia sedang tidak ada kerjaan dan mau mengantar kami keliling kota. Kami membayar 600RMB untuk berdua jalan-jalan ke 6-7 objek wisata.

Tempat ini sepi, apalagi low season. Kami pergi mengunjungi permainan bunggee jumping dan flying fox sambil menikmati pemandangan. Lalu dibawa ke pintu gerbang kerajaan dinasti Ming. Namanya Xuanyue Gate (玄岳门.

Kami juga pergi ke Yuxu Palace (玉虚宫). Tempat ini biasa dipakai untuk sembahyang dan berlatih ilmu kungfu. Dan pergi ke beberapa tempat yang tidak ingat nama-namanya.


Besok pagi kami akan naik ke Wudang Shan. Untung kami nginep dekat dengan pintu utama Wudangshan. Jadi besok tinggal jalan kaki. 













naik Flying Fox

Flying fox wudang shan


pemandangan di sekitar bungee jumping dan flying fox

bungee jumping

Apa saja yang menarik di Wudang China

Aku ingin pergi ke Wudang karena pernah nonton Jacky Chan bersama Jaden Smith dalam film ‘Karate Kids’. Mereka latihan di gunung Wudang. Selain itu, ada film lagi berjudul ‘WU DANG’ Yang diperankan oleh Vincent Zhao. Bercerita tentang pertandingan semua jagoan kungfu dari berbagai perguruan untuk memperebutkan gelar kehormatan pesilat dunia. Semua jurus dipertunjukkan di suatu tempat khusus untuk bertarung. Dulu kan tempat ini merupakan tempat para biksu aliran Tao hidup juga. Sekarang juga begitu. Mereka berlatih kungfu setiap hari. Dan sampai sekarang masih ada pertandingan antar pesilat di seluruh dunia.

Sebenarnya beberapa hari setelah aku datang, ada pertandingan disitu. Sayang sekali kami melewatkannya. Menuju WudangShan tidak terlalu sulit, bahkan bisa solo traveler. Terbang saja langsung ke Wuhan, dari Wuhan naik kereta ke Shiyan. Dari Shiyan naik bis langsung menuju kota Wudang. Tiket kereta cepat Wuhan ke Shiyan 149RMB (3 jam perjalanan). Terminal bis dari Shiyan ke Wudang ada dekat stasiun kereta. Harganya sekitar 15RMB. Perjalanan kurang lebih 1 jam.

Aku sempat menginap di kota Shiyan dulu semalam. Hotelnya dekat-dekat stasiun kereta biar gampang akses transportasinya. Pagi hari nya langsung menuju kota Wudang dengan bis. Sesampainya di kota Wudang ada banyak penginapan yang menawarkan penginapan. Harga hotel bervariasi, dari mulai 50RMB sampai 300RMB lebih juga ada. Tergantung mau nyamannya yang mana. Kalau kami pesan hotel seharga 80RMB (sudah pakai tawar), dan sudah nyaman. Kami tiba di Sabtu, 22 Oktober. Saat itu masih low season. Banyak hotel yang kosong, harga juga masih bisa ditawar.

Walau belum memasuki musim dingin, kota Wudang lebih dingin dari Shiyan. Apalagi naik ke gunung Wudang nya, lebih dingin lagi. Bulan dimana aku datang adalah musim hujan. Hujan dan angin bercampur daerah pegunungan. Kebayang kan rasanya?

Jalan di kota Wudang

tempat makan

Anak pemilik restoran ini sedang belajar

Makanan sayur yang dipesan
Taman di tengah kota Wudangshan

Kamar hotel 80yuan

Aku suka banget kota Wudang. Tempatnya damai dan memberi keindahan tersendiri. Bukan hanya pemandangannya, tapi juga orang-orangnya. Penduduknya ramah. 

Guru dan murid berjalan 
Penduduk asli sini gaya pakainannya masih agak jadul dibanding kota China bagian lain. Terlebih lagi, dengan jalan-jalan disekitar pedestrian, aku bisa merasakan jaman pesilat dulu berkelana. Mereka mengenakan pakaian ala film-film silat jaman dulu. Membawa tongkat, suling atau pedang dalam balutan kain yang diikat. Sebagian besar penduduknya belajar kungfu. Orang yang mau dilatih kungfu harus menemukan guru yang tepat yang mau mengajarinya. Guru dan murid harus berjodoh Guru tidak bisa sembarangan memilih murid.

Pagi-pagi, sekitar jam 6 kita bisa lihat pertunjukkan orang-orang yang sedang berlatih kungfu di sekitar jalan menuju kuil. 

Jam 8 pagi aku melihat dari depan pintu gerbang kuil. seorang kakek berlatih suling di tengah-tengah lapangan. Setelah kakek membunyikan sulingnya dan berhenti, sang murid perempuan berambut panjang membunyikannya di depan pintu gerbang. Suaranya tidak semerdu yang punya kakek. Tenaga dalam muridnya masih kurang. Bayangkan membunyikan suling ditengah-tengah lapangan, beradu dengan angin. Aku baru menyadari ilmu tenaga dalam si kakek ini memang tinggi. Masih di lapangan yang sama, seorang kakek juga melatih taichi. Dalam keheningan, daun-daun berguguran, kakek ini melangkahkan kaki mengikuti irama angin melatih diri.  



Harga makanan juga tidak mahal. Di sepanjang jalan kita bisa melihat panci-panci ngebul mengeluarkan asap. Kita bisa duduk di kursi kayu pinggir jalan untuk menikmati semangkuk mie panas. 






Display Pakaian-pakaian kungfu aliran Tao